“Untuk memperkuat koordinasi, kami bersama Pemko Padang dan Forkopimda akan membentuk posko terpadu untuk mengoordinasikan penanganan bencana. Semoga dengan itu seluruh personel selalu siaga dan penyaluran bantuan dapat dikerahkan secara cepat, tepat sasaran dan efisien,” kata Aji Mimbarno.
Ia juga menginstruksikan setiap satuan TNI agar menyiapkan sedikitnya 30 personel yang bersiaga selama 24 jam. Kesiapan tersebut diperlukan agar pengerahan kekuatan dapat dilakukan sewaktu-waktu ketika terjadi keadaan darurat.
Menurut Aji, keberhasilan penanganan bencana tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya personel maupun peralatan yang dikerahkan. Hal yang lebih utama adalah kemampuan seluruh unsur untuk bergerak secara cepat, akurat, terkoordinasi, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat terdampak.(*/zoe)









