SINDOTIME.COM-Konflik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran masih terus berlangsung dan menunjukkan eskalasi di berbagai wilayah Timur Tengah. Bahkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump meminta negara-negara eropa untuk melakukan pengawalan selat Hormuz.
Sayangnya, harapan orang nomor satu di negeri Paman Sam tersebut, bertepuk sebelah tangan. Ini setelah pemimpin negara-negara Eropa kompak meyatakan menolak tuntutan Trump, untuk membantu mengawal kebebasan navigasi di Selat Hormuz.
Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, mengatakan Berlin tidak berniat untuk bergabung dalam operasi militer selama konflik itu. Selain itu, juru bicara Kanselir Jerman Friedrich Merz, Stefan Kornelius, mengatakan konflik di wilayah Timur Tengah “tidak ada hubungannya dengan NATO.
Perdana Menteri Keir Starmer mengatakan tuntutan Trump itu tidak akan dan tidak pernah direncanakan untuk menjadi misi NATO. Sedangkan, PM Belanda, Rob Jetten, mengatakan akan sangat sulit untuk meluncurkan misi yang sukses di sana dalam jangka pendek.
Lituania dan Estonia mengatakan negara-negara NATO harus mempertimbangkan permintaan bantuan AS, namun juga mengingatkan perlunya kejelasan lebih besar soal aspek dari setiap misi.
Sementara itu Menlu Italia Antonio Tajani mengatakan Italia tidak terlibat dalam misi angkatan laut apa pun, yang dapat diperluas ke wilayah itu.(*/zoe)












