Headline

Bidik Target 25 Emas di PON 2028, KONI Sumbar Butuh Dukungan Bersama

×

Bidik Target 25 Emas di PON 2028, KONI Sumbar Butuh Dukungan Bersama

Sebarkan artikel ini
(foto : koni sumbar)

Sayangnya, keterbatasan anggaran lanjutan membuat pembayaran uang saku atlet harus dihentikan sejak Juni hingga Desember 2026. Kendati demikian, aktivitas Pelatprov masih tetap dilaksanakan.

“Atlet kita sudah banyak yang memiliki prestasi nasional bahkan internasional. Selama ini, salah satu bentuk komitmen KONI untuk mempertahankan mereka adalah melalui Pelatprov. Uang saku maksimal Rp3 juta per bulan memang bukan angka besar, bahkan besarannya belum berubah sejak sekitar 15 tahun lalu. Tetapi, itu merupakan bentuk perhatian dan upaya kita menjaga kebersamaan dengan atlet,” jelasnya.

Ia menegaskan, keberlanjutan program pembinaan harus menjadi perhatian seluruh pihak. Jangan sampai persoalan pendanaan mengurangi semangat atlet maupun membuat mereka kehilangan keyakinan bahwa pemerintah daerah dan organisasi olahraga tetap memberikan dukungan.

Di tengah berbagai kendala tersebut, Hamdanus tetap melihat peluang besar bagi Sumbar untuk memperbaiki pencapaian pada PON mendatang. Saat ini, sebanyak 162 atlet binaan telah dipersiapkan sebagai kekuatan daerah dalam persaingan memperebutkan medali.

Baca Juga  Fazril Ale : Tahapan Musorkab Harus Berpedoman pada Hasil Rapat Kerja

Keyakinan tersebut juga merujuk pada hasil evaluasi PON 2024. Ketika itu, kontingen Sumatera Barat berhasil membawa pulang lima medali emas. Untuk penyelenggaraan PON 2028, KONI Sumbar memasang sasaran jauh lebih tinggi, yakni 25 medali emas sekaligus masuk jajaran 10 besar nasional.

“Target ini bukan sekadar keinginan tanpa dasar. Kita memiliki atlet-atlet potensial yang bisa bersaing dan berpeluang meraih medali. Tetapi, target besar tentu harus diiringi dukungan yang memadai. Tidak mungkin kita berharap prestasi meningkat secara signifikan tanpa persiapan dan pembinaan yang berkesinambungan,” tegasnya.

Karena itu, Hamdanus mengajak pemerintah provinsi, DPRD, kalangan dunia usaha, serta seluruh elemen yang memiliki perhatian terhadap olahraga untuk mengambil bagian dalam memperkuat pembinaan atlet Sumatera Barat.

Baca Juga  Program Pemutihan Pajak Kendaraan Diluncurkan, Kesempatan Sekali Seumur Hidup

Menurutnya, mempertahankan atlet berprestasi agar tetap mengenakan seragam kontingen Sumbar tidak bisa hanya dibebankan kepada KONI. Diperlukan komitmen kolektif dan dukungan nyata dari seluruh pemangku kepentingan agar potensi olahraga yang dimiliki daerah tidak justru berkembang dan mengharumkan nama provinsi lain.

Sebab, pencapaian 25 medali emas pada PON 2028 bukanlah target yang dapat diwujudkan secara instan. Di dalamnya terdapat proses panjang, mulai dari pembinaan atlet, kerja keras pelatih, persiapan menghadapi kompetisi, hingga dukungan anggaran yang berkelanjutan. Tanpa sinergi seluruh pihak, ambisi membawa Sumatera Barat masuk 10 besar nasional akan sulit direalisasikan.(*/zoe)