Koridor-koridor tersebut mengoneksikan titik-titik krusial seperti rute Cibiru – Kalapa, Lembang – Kalapa, Leuwipanjang – Dipatiukur – Dago, Elang – Riau, Ciroyom – Antapani – Pajajaran, hingga Cibaduyut – Leuwipanjang – Dago. Selain itu, jaringan ini juga menjangkau wilayah penyangga melalui rute Padalarang – Alun-alun Bandung, Cimahi – Cicaheum, Ledeng – Antapani, Cicaheum – Kalapa via Binong, Tegalluar – St. Hall, Soreang – Terminal Tegalega, Jatinangor – Cibeureum, Majalaya – Baleendah – Leuwipanjang, Banjaran – Baleendah – BEC, Sarijadi – Antapani, Cicaheum – Sarijadi, serta Jatinangor – Dipatiukur via Tol.
Pengembangan infrastruktur BRT di Wilayah Cekungan Bandung dilakukan secara terintegrasi, tidak hanya menyangkut jalur khusus dan stasiun BRT, tetapi juga fasilitas operasional seperti depo dan terminal. Untuk menjamin efisiensi layanan, koridor utama diperkuat dengan titik pemberhentian berupa bus stop dan halte off-corridor .
Selain itu, aspek manajemen lalu lintas modern turut diintegrasikan melalui penerapan Intelligent Transport System (ITS) dan Area Traffic Control System (ATCS). Guna mendukung ekosistem transportasi yang berkelanjutan, proyek ini juga melengkapinya dengan penyediaan fasilitas transportasi tidak bermotor ( non-motorized transport ).
Usulan integrasi
Direktorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kementerian Perhubungan (2026) telah memberikan sejumlah rekomendasi untuk pengembangan integrasi di wilayah Cekungan Bandung dan Bandung Raya. Adapun usulan pengembangan integrasi di Cekungan Bandung, antara lain (1) pembangunan prasarana JPO Stasiun Bandung – Pool Damri (11 meter), pembangunan fasilitas pejalan kaki Stasiun Bandung – Terminal ST. Hall (201 meter), dan pembangunan fasilitas pejalan kaki Stasiun Bandung – Paskal Hyper Square (750 meter), (2) rekomtek perpanjangan jaringan pelayanan Metro Jabar Trans rute Terminal Leuwipanjang – Hotel Soreang hingga Kawasan Wisata Ciwidey (16,60 km), dan rekomtek pembangunan prasaranma halte Stadion Si Jalak Harupat, (3) rekomtek jaringan pelayanan Damri Stasiun Bandung – Daerah Wisata Lembang dan Cikole (22,9 km), (4) pengembangan angkutan feeder Commuter Line Bandung Raya dari Stasiun Gedebage – Summarecon Mall Bandung (2,3 km), (5) pengembangan fasilitas alih moda penumpang di Kawasan TOD Tegalluar Bandung, (6) penyusunan Rencana Induk Integrasi Transportasi di Metropolitan Cekungan Bandung.
Sementara itu usulan pengembangan integrasi Bandung Raya, meliputi (1) pengembangan jaringan pelayanan penambahan pemberhentian feeder KA KCIC dan Commuter Line Bandung Raya di Stasiun Andir, (2) pengembangan jaringan pelayanan cable car Terminal Ledeng – Daerah Wisata Lembang dan Cikole (9,76 km), dan pengembangan layanan angkot 03, 05, 15, (3) pengembangan jaringan pelayanan skytrain Pasteur – Terminal Leuwipanjang (15 km), (4) pengembangan jaringan pelayanan feeder bus Commuter Line Bandung Raya dari Stasiun Gebebage – Summarecon Mall Bandung (2,3 km), (5) pengembangan jaringan pelayanan Damri Wisata Terminal Leuwipanjang – Kawasan Wisata Ciwidey – Kawasan Wisata Pengalengan (64 km).












