SINDOTIME.COM-Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memutuskan untuk menunda pelaksanaan Operasi Patuh 2026 yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung secara serentak di seluruh Indonesia pada 8–21 Juni 2026. Kebijakan tersebut diambil setelah dilakukan analisis dan evaluasi terhadap waktu pelaksanaan operasi agar lebih efektif dalam mendukung agenda pengamanan nasional.
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, menjelaskan bahwa Operasi Patuh merupakan bagian dari strategi pembinaan dan penegakan disiplin berlalu lintas yang dilaksanakan setiap tahun. Bersama Operasi Zebra, kegiatan tersebut berfungsi sebagai langkah cipta kondisi sebelum pelaksanaan pengamanan Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Menurut Agus, berdasarkan hasil evaluasi, pelaksanaan Operasi Patuh pada Juni dinilai masih terlalu jauh dari momentum pengamanan Nataru yang menjadi sasaran utama. Karena itu, jadwal operasi diputuskan untuk ditunda hingga waktu yang dianggap lebih tepat.
Ia mengatakan bahwa tujuan dari Operasi Patuh dan Operasi Zebra adalah membangun kesadaran masyarakat serta menciptakan kondisi lalu lintas yang kondusif menjelang pelaksanaan operasi besar pengamanan akhir tahun. Dengan mempertimbangkan jarak waktu yang masih panjang menuju Nataru, Korlantas memilih menyesuaikan kembali jadwal kegiatan tersebut.
Sebelumnya, Korlantas Polri telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai rencana pelaksanaan Operasi Patuh pada 8–21 Juni 2026. Namun, hasil evaluasi internal membuat jadwal tersebut harus direvisi demi meningkatkan efektivitas pelaksanaan operasi.
Agus juga mengungkapkan bahwa Korlantas setiap tahun memiliki lima agenda besar operasi lalu lintas yang telah tersusun secara rutin. Rangkaian tersebut diawali dengan Operasi Keselamatan sebagai persiapan menjelang Operasi Ketupat untuk pengamanan arus mudik dan balik Idulfitri, kemudian dilanjutkan dengan operasi-operasi lainnya sesuai kebutuhan.
Terkait waktu pelaksanaan yang baru, Korlantas Polri masih menunggu hasil evaluasi lanjutan serta arahan dari pimpinan Polri. Penentuan jadwal juga akan dibahas bersama Asisten Operasi (Astamaops) Polri agar selaras dengan kalender pengamanan nasional.
Kakorlantas menyebutkan bahwa Operasi Patuh berpeluang dilaksanakan setelah peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara atau sekitar satu bulan setelahnya. Waktu tersebut dinilai lebih mendekati tahapan cipta kondisi menuju pengamanan Natal dan Tahun Baru sehingga tujuan operasi dapat tercapai secara maksimal.











